lppslh.or.id – Irwan, Petani Sekaligus “Peneliti” Gula Kelapa Banyumas.
Bagi petani gula kelapa, keberlanjutan mereka hingga saat ini memang
seolah di ujung tanduk. Jika mau dibayangkan, 10 atau 20 tahun
mendatang, apakah masih ada yang melanjutkan pekerjaan sebagai penderes?
Jika tidak, bagaimana dengan produksi gula kelapa di masa depan?
Pertanyaan seperti itu lah yang seringkali muncul dibenak petani gula
kelapa saat ini. Tak terkecuali Pak Irwan, yang dalam Gula Kelapa Banyumas Kini dan Nanti sudah dikisahkan bagaimana kiprahnya dalam dunia pergulaan di Kabupaten Banyumas.
Pak Irwan, demikian orang-orang memanggilnya. Ia yang bernama asli Azis Irwanto adalah seorang penderes di
Desa Rancamaya, Kabupaten Banyumas. Penderes adalah istilah bahasa Jawa
yang berarti penyadap nira kelapa. Nira tak lain merupakan bahan baku
yang digunakan untuk membuat gula kelapa.
Setiap hari, Pak Irwan menyadap nira sebanyak 2 kali, pagi dan sore. Dalam setiap hari ia menderes pohon kelapa sebanyak 10 pohon. Hasil yang didapatkan dari 10 pohon tersebut, kurang lebih 5 kg gula kelapa per hari.
Pak Irwan memproduksi gula kelapa
kristal. Gula kelapa kristal sering juga disebut gula semut atau dalam
bahasa Inggris disebut dengan brown sugar atau palm sugar. Gula kelapa jenis ini merupakan diversifikasi dalam produk gula kelapa.
Irwan, Petani Sekaligus “Peneliti” Gula Kelapa Banyumas.
Selain pekerjaan sebagai penderes, Pak Irwan juga seorang “peneliti”
gula kelapa. Peneliti-peneliti semacam Pak Irwan ini, di jaman dahulu
sebetulnya juga ada. Jika anda tahu Ikan Mujahir maka ketahuilah bahwa
Muhajir adalah peneliti ikan yang kemudian “menciptakan” ikan jenis
tersebut. Atau sebut nama lain Mukibat. Orang yang disematkan dalam
Singkong Mukibat adalah nama orang yang menciptakan singkong tersebut.
Kembali ke Pak Irwan, sekarang ini Pak
Irwan sedang mempunyai proyek penelitian berupa pembuatan gula kelapa
berwarna putih. Lazimnya, gula kelapa adalah berwarna coklat atau kuning tapi kali ini Pak Irwan membuatnya berbeda. Ia membuat gula semut berwarna putih.
Saat ditanya alasan membuat gula semut putih, Pak Irwan mengatakan,” Saya ingin membuat gula kelapa
yang jika dituangkan ke teh membuat teh tersebut tidak berubah warna.
Jadi, orang yang tidak suka dengan perubahan warna pada teh yang
menggunakan gula semut biasa tetap mau mengkonsumsi teh dengan gula
semut putih ini.
Sebagai seorang penderes, tentunya ia
berharap agar karyanya ini dapat disambut oleh para pembeli. “Saya ingin
agar temuan saya ini dapat dibeli oleh pedagang. Tentu saja dengan
harga yang lebih baik agar pendapatan saya meningkat,” ujarnya.
Sebelum membuat gula semut berwarna
putih, pak Irwan juga pernah melakukan uji coba membuat gula cair.
Menurutnya, gula cair tersebut bisa menjadi bahan untuk membuat permen
atau menjadi tandingan dari gula cair atau gula rafinasi dalam pembuatan
roti. Pada skala yang lebih sederhana, Pak Irwan juga sering melakukan
uji coba mencampur bahan-bahan gula semut dengan bahan lain seperti
jahe, kunyit, vanila yang kemudian menjadikan gula semut mempunyai
banyak varian rasa.
Dalam setiap temuannya, Pak Irwan
berharap agar para pedagang bisa membeli produk tersebut sehingga bisa
meningkatkan pendapatannya. Dengan meningkatnya pendapatan dari
temuan-temuan tersebut maka ia bisa menjadi inspirator bagi penderes
lainnya untuk turut mendiversifikasi produk gula kelapa demi peningkatan
taraf hidup para penderes.
Jadi, jika kelak anda jalan-jalan toko
dan kemudian ada tulisan “Gula Irwan”, tak usah bertanya-tanya lagi,”Kok
bisa dinamakan Gula Irwan?”, karena anda sudah tahu jawabanya: gula kelapa tersebut memang dibuat oleh Pak Irwan.
Ditulis oleh Barid Hardiyanto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar