Purwokertokita.com –
Tingginya permintaan pasar luar negeri untuk gula semut sampai saat ini
belum terpenuhi. Padahal, gula semut yang tanpa bahan kimia menjadi
komoditas yang sangat diminati khususnya di Hongkong, Kanada, Timur
Tengah dan Jerman.
Pejabat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi
Jawa Tengah, Priyo Jatmiko mengatakan, tingginya permintaan pasar luar
negeri dikarenakan komunitas luar negeri sudah sangat paham akan manfaat
kesehatan dari gula semut.
“Sumber Daya Manusia pelaku usaha gula semut harus ditingkatkan.
Karena ada beberapa aspek yang harus dipenuhi sehingga hasil yang
ditawarkan mampu bersaing,” katanya, saat mewakili Kepala Disperindag
Jawa Tengah pada acara bimbingan teknis bagi pelaku usaha gula semut di
eks-Karesidenan Banyumas, Senin (16/7), di Owabong Cottage Bojongsari
Purbalingga.
Menurut Priyo, tingginya permintaan ekspor gula semut juga harus
dibarengi dengan standarisasi dari dinas terkait, sehingga produk yang
dihasilkan tidak mengecewakan.
Sementara itu, Kepala Dinperindag Kabupaten Purbalingga, Sidik
Purwanto menuturkan, pihaknya telah melakukan sertifikasi kepada para
pengolah gula dan menganggarkan Rp 600 juta bagi penderes di tujuh
kecamatan penghasil gula kelapa.
Dia juga akan berusaha agar gula semut mendapat brand yang mampu
bersaing serta melakukan penetrasi pasar dan memfasilitasi modal bagi
pelaku usaha gula semut.
“Gula semut atau pun gula kelapa di Purbalingga sudah tidak bisa
dipandang sebelah mata. Dari usaha tersebut sudah bisa berkontribusi
menyumbang angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Purbalingga sebesar
8%,” pungkasnya. (YS)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar