UKM (Usaha Kecil dan Menengah) gula kelapa berkumpul di Hotel
Horison Purwokerto untuk mengikuti kegiatan Peningkatan Kapasitas UKM
Gula Kelapa/Semut Melalui Pendekatan Kerjasama Antar Daerah (KAD)
Wilayah Regional Manajemen BARLINGMASCAKEB (Banjarnegara, Purbalingga,
Banyumas, Cilacap, Kebumen) – Jawa Tengah. Selain pengrajin gula kelapa
(pelaku UKM) hadir pula dari Dinas Perindustrian Perdagangan dan
Koperasi dari masing-masing Kabupaten. Kegiatan ini dilakukan dalam
rangka melakukan konsolidasi UKM dalam rangka mencari problematika
pengrajin gula kelapa di masing-masing kabupaten dan perencanaan kedepan
agar pengelolaan UMK pengrajin gula kelapa dapat lebih baik.
Salah satu pembicara dari LPPSLH, Anhar Adiyanto mengatakan bahwa pengelolaan produksi gula kelapa harus dikelola secara bersih, dan bebas dari bahan kimia yang berbahaya bagi manusia. Sehingga, produksi gula kelapa harus berorientasi organik. “Gula kelapa adalah konsumsi manusia, sehingga pengelolaan produksinya harus bersih dan bebas dari bahan kimia berbahaya, ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pembeli gula kelapa” diungkap oleh Anhar.
Salah satu pembicara dari LPPSLH, Anhar Adiyanto mengatakan bahwa pengelolaan produksi gula kelapa harus dikelola secara bersih, dan bebas dari bahan kimia yang berbahaya bagi manusia. Sehingga, produksi gula kelapa harus berorientasi organik. “Gula kelapa adalah konsumsi manusia, sehingga pengelolaan produksinya harus bersih dan bebas dari bahan kimia berbahaya, ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pembeli gula kelapa” diungkap oleh Anhar.
Selain meningkatkan kualitas produksi, pengelolaan gula kelapa yang bersih dan bebas kimia juga dapat memberikan tingkat kepercayaan pembeli atau konsumen terhadap produk yang dihasilkan oleh UKM gula kelapa.
Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UMKM dari Kabupaten Kebumen menyatakan siap untuk memberikan dukungan kepada petani gula kelapa di wilayahnya agar mulai memproduksi gula kelapa yang bersih dan bebas kimia, khususnya produksi gula semut. “Nanti saya akan koordinasikan melalui Camat-Camat di Kabupaten Kebumen untuk mulai memperhatikan pengrajin gula kelapa, dan mohon bantuannya kepada Koperasi yang sudah siap untuk membantu pengrajin gula kelapa di Kabupaten Kebumen”, ungkap Drs. H. Suwedi.
Menjawab permohonan dari Kepala Dinas Koperasi & UMKM Kabupaten
Kebumen, Sindu Dwi Hartanto memberikan tanggapan yang positif untuk
memberikan pendidikan dan pelatihan hingga praktek pembuatan gula semut
yang berkualitas hingga memfasilitasi pemasaran produk gula semut yang
sudah diproduksi oleh pengrajin dari Kabupaten Kebumen. “Saya siap
memberikan bantuan pelatihan dan praktek untuk mengembangkan produk gula
kelapa berkualitas, syukur-syukur dapat memproduksi gula semut, dan
dapat dibantu pemasarannya, diungkapkan oleh Mas Tile.
Terakhir, kegiatan ini ditutup dengan kesepakatan bahwa dukungan dari
pemerintah pusat akan dikolaborasi dan dikoordinir oleh BAKORWIL, dan
masing-masing UKM dapat melakukan koordinasi langsung dengan petugas di
BAKORWIL BARLINGMASCAKEB.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar